This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 25 Januari 2014

JULIA PEREZ JADI GURU HONORER

CIREBON - Artis seksi Julia Perez 12 hari jadi orang Cirebon. Pasalnya, wanita yang akrab disapa Jupe itu tengah menjalani syuting film berjudul "Caleg by Accident", sebuah karya dari sutradara Joko Nugroho.
Film dengan genre komedi ini menceritakan tiga orang yang menjalin persahabatan. Jupe berperan sebagai Sundari di film itu, beradu akting dengan Agus Kuncoro sebagai Radit, dan Babe Cabita sebagai Ridho yang menjadi sahabat-sahabatnya.
Namun, persahabatan mereka pecah karena harus bersaing untuk menjadi calon legislatif. Produser Pelaksana, Erwin Akbar menjelaskan, film "Caleg by Accident" adalah sebuah film yang menggambarkan kondisi poitik di negeri ini.
"Film ini merupakan potret keadaan para calon legislatif yang ada di Indonesia saat ini. Karena faktanya, saat ini menjadi legislatif itu bukan untuk pengabdian, tapi sebagai ladang mencari uang," ujarnya.
Erwin menambahkan, pesan moral yang diambil dari pembuatan film ini adalah bahwa persahabatan itu penting dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya memilih calon pemimpin yang benar.
"Film ini mengajak kepada seluruh masyarakat jangan asal memilih pemimpin," tambahnya.
Erwin mengatakan, dirinya dan kru sepakat memilih Cirebon sebagai tempat syuting karena ingin mengekspos Cirebon di film layar lebar. "Kita ingin ekspos Cirebon," tuturnya.
Sementara itu, Jupe yang ditemui Radar Cirebon (Grup JPNN) usai syuting berbagi cerita soal tokoh yang diperaninya. Jupe mengaku, untuk menjadi tokoh Sundari ia sempat kesulitan.
"Sundari itu kan perannya sebagai guru honorer yang menjadi calon legislatif, nah saya berusaha menggali kemampuan akting disitu," ujar Jupe dalam wawancara eksklusif Radar Cirebon.
Melakoni tokoh utama di film ini, membuat Jupe banyak belajar. Ia jadi tahu bagaimana persyaratan hingga tantangan untuk menjadi calon legislatif. "Film ini mengungkap tentang strategi politik, lucunya politik di negeri ini, saya banyak belajar," ungkap wanita yang pernah membintangi film Hantu Jamu Gendong itu.
Selama syuting di Cirebon, Jupe mengaku senang. Diakuinya, syuting kali ini bukan untuk kerja saja, tetapi juga liburan. Jupe sempat berkunjung ke beberapa tempat, salah satunya adalah Trusmi yang notabene adalah pusat batik Cirebon. Jupe bahkan diberi batik senilai Rp40 juta oleh salah satu pemilik showroom batik.
"Aku kaget dapet batik yang harganya puluhan juta. Pokoknya Jupe senang syuting di Cirebon, makanannya enak-enak, orangnya baik-baik," paparnya.
Tak hanya Jupe, banyak artis ibukota lain yang turut andil di film ini. Salah satunya Rony Dozer. Saat ditanya soal pengalaman selama di Cirebon, Roni mengatakan hal senada dengan Jupe.
"Syuting di Cirebon enak. Karena selama ini kalau ke Cirebon itu cuma lewat, sekarang bisa merasakan langsung tinggal disini," ungkapnya.

sumber; JPPN

PTK Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi dengan Metode Peta Pikiran (mind mapping) pada Siswa Kelas V SD



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Peranan seorang guru dalam proses belajar-mengajar harus mampu mengembangkan perubahan tingkah laku pada siswa. Perubahan tingkah laku tersebut merupakan tujuan dari pembelajaran. Tujuan pendidikan digunakan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan pembelajaran. Taksonomi tujuan tersebut terdiri dari domain-domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu dalam mengajar pada bidang studi apapun guru harus berupaya mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap anak didik, sebab ketiga aspek tersebut merupakan pembentuk kepribadian individu.
Sekolah Dasar adalah tempat pengalaman pertama yang memberikan dasar pembentuk kepribadian individu. Sehubungan  dengan hal itu guru perlu membekali siswanya dengan kepribadian, kemampuan, dan keterampilan dasar yang cukup sebagai landasan untuk mempersiapkan pengalamannya pada jenjang yang lebih tinggi.
Masalah bahasa dalam dunia pendidikan merupakan peranan yang sangat penting. Pendidikan di Indonesia menempatkan bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah. Pengajaran Bahasa Indonesia haruslah berisi usaha-usaha yang dapat membawa serangkaian keterampilan.  Keterampilan tersebut erat hubungannya dengan proses-proses yang mendasari pikiran. Semakin terampil seseorang berbahasa semakin cerah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan hanya dapat diperoleh dan dikuasai dengan jalan paraktik dan banyak pelatihan.Melatih keterampilan berbahasa berarti pula melatih keterampilan berpikir.
Keterampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu : Keterampilan menyimak (listening skills);(2) keterampilan berbicara   (speaking   skills); (3) keterampilan membaca  (reading skills);  (4)keterampilan menulis    (writting skills); (Tarigan, 1981:1)

Salah satu bidang aktivitas dan materi pengajaran Bahasa Indonesia di SD yang memegang peranan penting ialah pengajaran menulis. Menulis merupakan salah satu kompetensi bahasa yang ada dalam setiap jenjang pendidikan, mulai tingkat prasekolah hingga perguruan tinggi. Menulis adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang harus dikuasai dengan baik oleh siswa. Menurut Yeti Mulyati, et al. (2008: 53) menulis adalah “ suatu proses berfikir dan menuangkan pemikiran itu dalam bentuk wacana (karangan)”.
Mengarang adalah keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Sehubungan dengan hal itu mengarang dapat diartikan keseluruhan rangkaian kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami secara tepat seperti yang dimaksudkan oleh penulis atau pengarang. Karangan itu sendiri memiliki klasifikasi dan jenis yang beragam. wacana narasi merupakan salah satu jenis wacana yang berisi cerita. Hal ini berarti bahwa menulis narasi adalah salah satu jenis karangan yang sifatnya bercerita, baik berdasarkan pengalaman, pengamatan, maupun  berdasarkan rekaan pengarang. Siswa dapat mengungkapkan perasaan, ide, dan gagasannya kepada orang lain melalui kegiatan menulis narasi. Kemampuan menulis narasi tidak secara otomatis dapat dikuasai oleh siswa, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur sehingga siswa akan lebih mudah berekspresi dalam kegiatan menulis. Sehubungan  dengan itu kemampuan menulis harus ditingkatkan sejak kecil atau mulai dari pendidikan sekolah dasar. Apabila kemampuan menulis tidak ditingkatkan, maka kemampuan siswa untuk mengungkapkan pikiran atau gagasan melalui bentuk tulisan akan semakin berkurang atau tidak berkembang.
Hal-hal yang berbeda seperti dapat dijumpai  dalam keterampilan berbahasa yang lain, kemampuan menulis memerlukan sejumlah potensi  pendukung. Untuk mencapainya dibutuhkan kesungguhan-kesungguhan, kemauan keras, bahkan dengan belajar sungguh-sungguh. Dengan demikian, wajar bila dikatakan bahwa meningkatkan kemampuan menulis akan mendorong siswa lebih aktif, kreatif dan melatih kemahiran.
Pada kenyataan di lapangan, yaitu kemampuan menulis siswa kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu pada tahun pelajaran 2010/2011 masih rendah. Berdasar latar belakang tersebut di atas, peneliti merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas dalam upaya memperbaiki kemampuan menulis. Adapun judul penelitian ini adalah  tentang  Peningkatan Kemampuan Menulis  Karangan Narasi dengan Metode Peta Pikiran (mind mapping) pada Siswa Kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu pada Tahun Pelajaran 2010/2011

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, peneliti merasa perlu mengadakan penelitian tindakan kelas (PTK) tentang Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Narasi dengan Metode Peta Pikiran (mind mapping) pada Siswa Kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu pada Tahun Pelajaran 2010/2011.
Dalam setiap penelitian suatu masalah diperlukan adanya kejelasan dari masalah yang menjadi obyek penelitian. Dalam hal ini diperlukan rumusan sehingga tidak terjadi kesalahan. Berdasarkan hal tersebut kemudian dirumuskan pokok pembahasan sebagai berikut:
1.      Bagaimana  aktivitas  menulis narasi pada siswa kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu dengan menggunakan metode  peta pikiran (mind mapping)  ?
2.      Bagaimana kemampuan  siswa kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu dalam pembelajaran menulis narasi dengan menggunakan  metode peta pikiran (mind mapping)?
C.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.      Mendeskripsikan  aktivitas menulis narasi dengan metode peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu Tahun Pelajaran 2010/2011.
2.      Mendeskripsikan kemampuan  menulis narasi dengan metode peta pikiran (mind mapping) pada siswa kelas V SD Negeri Pabean Udik III Indramayu Tahun Pelajaran 2010/2011.
D.    Manfaat Penelitian
1.      Manfaat Teoritis
Digunakan sebagai metode alternatif dalam pelajaran  bahasa Indonesia yang berkaitan dengan materi menulis narasi, dan menambah wawasan baru pengembangan teori menulis narasi dengan metode peta pikiran (mind mapping).
2.      Manfaat Praktis
a.       Bagi siswa
1)      Meningkatnya kemampuan siswa dalam menulis narasi.
2)      Meningkatnya motivasi siswa terhadap pembelajaran menulis narasi.
b.      Bagi guru
1)      Meningkatnya profesionalisme guru.
2)      Berkembangnya pembelajaran yang lebih inovatif dengan metode peta pikiran (mind mapping)  dalam pembelajaran menulis narasi.
3)      Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi guru dalam menyampaikan materi menulis narasi pada siswa.
c.       Bagi Sekolah
1)      Meningkatnya kualitas pembelajaran menulis narasi baik proses maupun hasil dalam pelajaran bahasa Indonesia.
2)      Memberikan sumbangan yang positif terhadap kemajuan sekolah serta kondusifnya iklim pendidikan di sekolah.

Mahasiswa Kependidikan Harus Kuasai Kompetensi Akademik

Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia
Tak sempurna kiranya bila calon sarjana kependidikan tidak melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Atas dasar itu, Direktorat Akademik melalui divisi P2JK Universitas Pendidikan
Indonesia pada tahun ajaran 2013/2014 kembali melaksanakan PPL mulai 27 Januari 2014 hingga 31 Mei 2014, papar Direktur Direktorat Akademik UPI Dr. Agus Taufiq, M.Pd., saat memberikan keterangannya dihadapan para kepala sekolah mitra, Kamis (23/1/2014), di Gedung University Center UPI, pkl 10.00.
Dikatakan, sosialisi program PPL bagi mahasiswa UPI calon guru bidang studi oleh Direktorat Akademik UPI merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi divisi P2JK. PPL merupakan salah satu mata kuliah yang termasuk kelompok mata kuliah profesi pada program studi kependidikan.
“Peserta PPL akan dibantu oleh guru pamong dari sekolah mitra dan dosen pembimbing dari UPI. Mahasiswa S1 Kependidikan harus menguasai kompetensi akademik sebagai landasan saintifik bagi praktek profesi pendidikan, mahasiswa harus mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritiknya dengan pengetahuan dari lapangan secara dinamis,” ujarnya.
Diterangkan Agus, PPL dilaksanakan dalam jangka waktu sekitar 3 hingga 5 bulan, oleh karena itu mahasiswa peserta PPL tidak diperkenankan mengambil mata kuliah lain selain PPL, karena dikhawatirkan akan mengganggu proses PPL tersebut. Mahasiswa calon guru nantinya akan diberikan pembekalan, orientasi/observasi pelibatan diri secara aktif, modeling/mengamati guru mengajar, mengajar dengan supervisi, membuat laporan PPL, serta penilaian dan ujian PPL sebagai wahana pemantapan kompetensi akademik.
Agus Taufik menambahkan,”untuk memenuhi standar mutu pendidikan maka, sekolah mitra disyaratkan harus terakreditasi B, serta memiliki guru bidang studi yang kompeten dengan impuls memadai, dan memiliki sarana prasarana yang mendukung. PPL dilaksanakan di sekolah mitra dengan supervisi dosen pembimbing dan sebagai wahana pembelajaran yg spesifik.
Lebih jauh diungkapkan, bahwa guru pamong diharapkan memiliki pengalaman mengajar 5 tahun serta memiliki sertifikasi. PPL diposisikan sebagai kulminasi dari proses pengenalan sekolah, selain itu untuk memantapkan penguasaan kompetensi akademik serta pengalaman awal dalam pembelajaran siswa, mahasiswa harus memenuhi ketentuan akademik dan administratif UPI terlebih dahulu.
Beban studi PPL adalah 4 sks, dan pelaksnaannya dapat dilakukan pada semestert genap/ganjil. Kegiatan intinya antara lain, Bidang Praktek Keguruan (pembelajaran di kelas), dan Bidang Praktek kependidikan yaitu, melaksanakan upacara bendera, layanan perpustakaan, piket guru, terlibat dalam ekstra kulikuler, dan bimbingan penyuluhan.
“Sementara itu dosen pembimbing PPL berfungsi sebagai wakil UPI di dalam memelihara kerjasama yang baik dengan pihak sekolah dalam penyiapan guru masa depan yang lebih bermutu dan teknis pelaksanaannya, kemudian memelihara hubungan yang baik terutama dengan pimpinan sekolah dan guru pamong. Pembimbing memastikan kesiapan mahasiswa pada awal PPL dalam berbagai aspek, fisik, mental, basic skill dan aspek teknis, lalu memonitor dan memberikan masukan terhadap penampilan mengajar mahasiswa,” terangnya.

sumber:upi

PENJELASAN FORMULIR DAN DOKUMEN VERVAL NUPTK

MAU PUNYA NUPTK?
YUUK KITA BACA DULU PENJELASANNYA ^_^

Penjelasan Jenis Formulir dan Dokumen untuk Verval NUPTK Untuk melakukan proses verifikasi dan validasi (VERVAL) NUPTK agar menjadi data PTK aktif 2013, maka kita akan di hadapkan berbagai jenis formulir dan dokumen, antara lain formulir A01 s.d A06 dan dokumen S02 s.d S14. Tentu saja berbagai jenis formulir dan dokumen tersebut masih awam bagi kalangan PTK karena masih baru, untuk itu mari kita simak penjelasan masing-masing apa dan untuk apa formulir dan dokumen berikut ini :


FORMULIR ( A01 s/d A06 )

Formulir A01 adalah Formulir yang ditetapkan oleh sistem dan dapat diunduh PTK jika PTK masih aktif di sekolah induk yang sudah terdaftar.

Formulir A02 adalah Formulir yang ditetapkan oleh sistem dan dapat diunduh PTK jika PTK sudah tidak aktif di sekolah induk yang terdaftar.

Formulir A03 adalah Formulir yang ditetapkan oleh sistem dan dapat diunduh PTK untuk PTK yang dinyatakan tidak terdaftar di sekolah induk atau sekolah belum terdaftar.

Formulir A04 adalah Formulir yang ditetapkan oleh sistem dan dapat diunduh PTK jika PTK tersebut adalah Pengawas yang sudah memiliki NUPTK.

Formulir A05 adalah Formulir registrasi PTK untuk pengajuan NUPTK baru
Formulir A06 adalah Formulir registrasi Pengawas Sekolah untuk pengajuan NUPTK baru.

DOKUMEN ( S02 s/d S14 )
S02. Adalah dokumen aktifasi PTK yang berisi kode aktifasi yang diterbitkan oleh Admin sekolah setelah Admin sekolah melakukan verifikasi terhadap Formulir A01 atau A02 atau A03. Dokumen ini akan diserahkan oleh Admin sekolah kepada PTK untuk digunakan oleh PTK untuk mengaktifasi Akun Login PTKnya.

S03. Adalah dokumen dokumen tanda bukti pengisian data detail Verval Lv.2 dimana PTK sudah melakukan pengisian data diri, kuisioner EDS dan riwayat utama. Dokumen S03 ini nantinya beserta lampiran lainnya harus diserahkan kepada Admin Sekolah untuk dilakukan pemeriksaan berkas.

S04. Adalah dokumen surat tanda bukti berkas setelah Admin sekolah melakukan pemeriksaan berkas. Dokumen S04 ini akan diserahkan kembali kepada PTK untuk disimpan. Selain itu, setelah melakukan pemeriksaan dokumen, Admin sekolah juga akan menerbitkan dokumen S07.

S05. Adalah surat penetapan PEG ID bagi PTK yang mengajukan permohonan NUPTK baru. Dokumen ini akan diterbitkan oleh Admin sekolah setelah admin sekolah menerima dan memverifikasi dokumen S03 beserta lampiran lainnya. Surat ini nanti akan ditanda tangani oleh Kepala sekolah dan diserahkan kembali kepada PTK.

S07. Adalah dokumen pakta integritas yang harus di serahkan kepada PTK oleh Admin Sekolah untuk kemudian ditanda tangani oleh PTK dan dibubuhi materai 6000. Pakta integritas ini berisi pernyataan bahwa semua keterangan yang dicantumkan oleh PTK didalam dokumen VERVAL NUPTK itu adalah benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Dokumen S07 ini harus ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan diserahkan kepada Admin Dinas.

S08. Adalah surat tanda bukti NUPTK aktif yang diterbitkan setelah Admin dinas melakukan VERVAL terhadap berkas dan dokumen S07 yang diserahkan oleh PTK. Dokumen S08 ini juga menyatakan bahwa proses VERVAL PTK bersangkutan telah LENGKAP dan dinyatakan sebagai NUPTK AKTIF 2013.

S11. Adalah dokumen yang dicetak oleh PTK yang mengajukan permohonan NUPTK baru dan telah menerima dokumen S05. Dokumen ini merupakan surat pengajuan NUPTK baru. Surat ini nantinya harus ditanda tangani dan diserahkan kembali kepada Admin sekolah.

S12. Setelah melakukan pemeriksaan fisik dan kelengkapan berkas, Admin sekolah akan menahan dokumen S11 dan mencetak S12 untuk kemudian ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan diserahkan kepada Admin Dinas.

S13. Adalah dokumen yang dicetak oleh Admin Dinas untuk kemudian bersama-sama dengan dokumen S12 diserahkan kepada Admin LPMP.

S14. Adalah dokumen yang diterbitkan oleh Admin LPMP setelah melakukan pemeriksaan dokumen S12+S13 dan berkas lampiran yang diwajibkan. Dokumen S14 ini ditanda tangani oleh kepala LPMP dan diserahkan kepada PTK sebagai bukti penerbitan NUPTK baru.

Demikian penjelasan formulir dan dokumen untuk Verval NUPTK yang harus diketahui oleh PTK ketika melakukan Verval NUPTK 2013. 

Semoga dapat membantu ^_^

Sumber: http://awanputih43.blogspot.com/2013/08/penjelasan-jenis-formulir-dan-dokumen.html#more

KLIK SAJA :)

Postingan Populer